Minggu, 24 Oktober 2010

Laporan Praktek Belajar Lapangan III, Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol Tahun 2010


BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Pembukaan Undang – undang Dasar 1945 dicantumkan bahwa pembangunan yang meliputi semua sektor, dilaksanakan oleh Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, yang bertujuan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Khususnya pembangunan di sektor Kesehatan.

Visi, misi, kebijakan dan strategis pembangunan kesehatan Indonesia Sehat 2010 telah mengalami reformasi total, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tangkal dan perubahan pemahaman tentang konsep sehat dan sakit serta makin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dan informasi tentang determinan penyebap penyakit yang multisektoral telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.

Paradigma kesehatan baru yaitu menitikberatkan pada peningkatan perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat, menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui metode pemicuan berbasis komunitas, terpadu dan total. Paradigma tersebut merupakan modal pembangunan kesehatan dalam jangka 2010-2015 mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dan menjaga kesehatannya sendiri.

Pada kegiatan Praktek Belajar Lapangan ( PBL) III yang merupakan kelanjutan dari Praktek Belajar Lapangan ( PBL) I dan II, kami kelompok I (satu) ditempatkan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.

Secara umum 3 unsur penting dalam program PBL yakni :

1) Sebagai kegiatan pendidikan

Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan sehat dan sakit

2) Sebagai kegiatan penelitian

Mampu mengkaji dan merumuskan masalah serta menggali seluruh potensi yang ada di masyarakat.

3) Sebagai kegiatan pengabdian

Mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh untuk digunakan dalam penyelesaian masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

2. Tujuan

1) Tujuan Umum PBL- III

a. Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan lingkungan masyarakat yang mencakup rumah, jamban, Sistem Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) dan prasarana penunjangan lainnya yang berpedoman pada standar kesehatan yang berlaku.

b. Mahasiswa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan dan mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi intervensi yang dilakukan pada masyarakat dalam memecahkan masalah tersebut dilokasi PBL- III.

2) Tujuan Khusus PBL- III

a. Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan khususnya yang behubungandengan Kesehatan Lingkungan

b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan lingkungan yang ada pada lokasi PBL- III

c. Mahasiswa mampu meresume hasil Pengalaman Belajar ( PBL) III dan menyusun laporan atas kegiatan yang telah dilaksanakan.

3. Manfaat

Setelah mengikuti praktek belajar lapangan (PBL) III, diharapkan mahasiswa lebih mampu :

1) Menganalisis kebutuhan prioritas masalah kesehatan keluarga dalam masyarakat.

2) Mampu menjalin hubungan baik antara masyarakat dalam interaksi langsung dengan masyarakat dan mahasiswa Praktek Belajar Lapangan III.

3) Melalui Praktek Belajar Lapangan, mahasiswa dapat mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

BAB. II

GAMBARAN UMUM LOKASI

A. LETAK DAN LUAS WILAYAH

Desa Balau terletak dibagian selatan kota Buol dengan luas wilayah . Desa ini berbatasan dengan beberapa desa lainnya yaitu :

* Sebelah utara : Berbatasan dengan Desa Monggonit

* Sebelah barat : Berbatasan dengan Desa Air Terang

* Sebelah timur : Berbatasan dengan Desa Boilan

* Sebelah selatan : Berbatasan dengan Jatimulia dan Desa

Panilan

Jarak Desa Balau dari ibu kota Kecamatan sekitar 1 Km,sedangkan dari ibu kota kabupaten sekitar 20 Km. Desa ini terbagi dalam 2 ( dua ) dusun yaitu :

* Dusun I ( satu ) terdiri dari 2 RT

* Dusun II ( dua ) terdiri dari 2 RT

B. PETA WILAYAH DESA BALAU

C. KARATERISTIK PENDUDUK

Penduduk asli yang berdomisili di Desa Balau adalah suku asli Buol, suku Gorontalo dan suku Jawa. Penduduk di Desa ini pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, sedangkan tingkat pendidikan KK di Desa Balau berbeda – beda.

Hal ini dapat kami uraikan berdasarkan tabel sebagai berikut :

Tabel. 1

Distribusi penduduk berdasarkan klasifikasi umur,di Desa Balau tahun 2009

NO

UMUR

JUMLAH

PERSENTASE

1.

0 – 5

116

21,3

2.

6 – 10

87

16

3.

11 – 15

44

8

4.

16 - 20

52

9,6

5.

21 – 25

51

9,4

6.

26 – 30

61

11,2

7.

31 – 35

27

5

8.

36 – 40

20

3,7

9.

Lebih dari 40

86

15,8

Jumlah

544

100

Sumber : Data primer

Tabel 2.

Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut jenis kelamin di Desa Balau tahun 2009

NO

JENIS KELAMIN

JUMLAH KK

PERSENTASE

1.

Laki – Laki

126

94,7

2.

Perempuan

7

5,3

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 3.

Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut tingkat pendidikan di Desa Balau tahun 2009

NO

PENDIDIKAN

JUMLAH KK

PERSENTASE

1.

Tidak Sekolah

43

32,3

2.

SR / SD

82

61,7

3.

SMP

5

3,7

4.

SMA

3

2,3

5.

Akademik ( D1-D3 )

-

-

6.

Sarjana ( S1-S2 )

-

-

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 4.

Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut mata pencaharian di Desa Balau tahun 2009

NO

MATA PENCAHARIAN

JUMLAH KK

PERSENTASE

1

PNS

3

2,3

2

Tani

125

93,9

3

Wiraswasta/ Dagang

2

1,5

4

Tukang

3

2,3

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

BAB. III

METODOLOGI

A. DESAIN

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengumpulan data adalah pengambilan sampel berdasarkan kriteria – kriteria penelitian dan harus mencapai kurun waktu tertentu sampai jumlah terpenuhi.

Berdasarkan pendataan yang ada ( tahun 2009 ) di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol berjumlah 133 KK. Pelaksanaan pengumpulan data berdasarkan program yang telah dilakukan pada tanggal 13 Juli s/d 25 Juli 2009, dimana kami melakukan pendataan dengan menggunakan kuisioner yang ada ( terlampir ).

B. PENGUMPULAN DATA

a. Data Primer

Cara pengumpulan data dengan mengunakan kuisioner dan melakukan wawancara secara langsung.

b. Data sekunder

Pengumpulan data yang diperoleh dari Puskesmas, Kantor Camat, dan dari Desa.

C. PENGOLAHAN DATA

Cara pengolahan data yang kami lakukan adalah :

1. Memeriksa data yang ada, apakah ada kesalahan atau tidak.

2. Pemberian nomor kode pada data.

3. Penyusunan / perhitungan data berdasarkan variable yang diteliti.

4. Menggambarkan atau menerangkan hasil pendataan.

Dalam penyajian data, cara yang kami lakukan adalah dalam bentuk table.

D. ANALISA DATA

Dalam menganalisa data, yang dilakukan setelah pengumpulan data dan pengolahan data yaitu mengidentifikasi data.

Masalah merupakan kesenjangan yang dapat diamati antara situasi yang terjadi dengan situasi yang ingin dicapai atau kesenjangan yang dapat diukur antara hasil yang mampu dicapai, dengan tujuan yang ingin dicapai.

Berdasarkan hasil identifikasi / pengumpulan data yang dikumpulkan dari Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, masalah – masalah kesehatan yang ditemui adalah sebagai berikut :

1. Masalah Air Bersih

Setelah melakukan pendataan, ada sekitar 4 KK yang memiliki sarana air bersih, dengan presentase 3,0

2. Masalah Jamban Keluarga

Dari jumlah 133 KK yang ada di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, hanya 53 yang mempunyai sarana pembuangan kotoran ( jamban ) dengan presentase 39,8 %

3. Masalah Air Limbah

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa sarana pembuangan air limbah baru 4 KK yang memilki SPAL.

4. Maslah Pengolahan Sampah

Dari jumlah kepala keluarga ( KK ) sekitar 5 KK yang memiliki sarana pembuangan sampah.

BAB IV

DATA KESEHATAN

Tabel 5.

Sarana kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol Tahun 2010

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

1.

Poskesdes

1

2.

PUSTU

0

Sumber : Data primer

Tabel 6.

Persentase data jumlah Penduduk Berdasarkan penyakit terbanyak di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

NAMA PENYAKIT

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Malaria

37

6,8

2.

Penyakit Kulit

20

3,7

3.

Diare

15

2,7

4.

ISPA

13

2,4

Jumlah

85

15,6

Sumber : Data primer

Tabel 7

Persentase data jumlah KK berdasarkan tempat berobat di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol Tahun 2009

NO

TEMPAT BEROBAT

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Puskesmas

28

21

2.

Poskesdes / Bidan

50

37,59

3.

Dokter Praktek

1

0,8

4.

Di rumah saja

6

4,5

5.

Dukun

48

36

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

BAB. V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL SURVEY PBL I

Berikut adalah distribusi KK Desa Balau berdasarkan Sarana air bersih, Jenis Jamban, Penanganan air limbah, Pembuangan sampah, Faktor penularan penyakit.

Tabel 8.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis sarana air bersih di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Tiloan tahun 2009

NO

SARANA AIR BERSIH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Sumur Gali ( SGL )

3

2,3

2.

SPT ( Sumur Pompa Tangan )

-

-

3.

P D A M

1

0,7

4.

Tidak memiliki

129

97

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 9.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis jamban di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

JENIS JAMBAN

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Leher Angsa

20

15

2.

Cemplung

25

18,8

3.

Plengsengan

8

6,1

4.

Tidak memiliki jamban

80

60,1

Jumlah

133

100

Sumber : Data Primer

Tabel 10.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan tempat BAB di Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol Tahun 2009

NO

TEMPAT BAB

JUMLAH

PERSENTASE

1.

WC

53

40

2.

Semak – Semak

20

15

3.

Kebun

16

12

4.

Saluran Air

20

15

5.

Lain – Lain / Sungai

24

18

Jumlah

133

100

Sumber : Data Primer

Tabel 11.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis penanganan air limbah di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Tiloan tahun 2009

NO

PENANGANAN AIR LIMBAH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Diresapkan kedalam tanah

2

1,5

2.

Kepermukaan tanah

129

97

3.

Dialirkan ke selokan

2

1,5

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 12.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis pembuangan sampah di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

PEMBUANGAN SAMPAH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Jumlah kepemilikan pembuangan sampah



a. Tong Sampah

-

-

b. Lubang Sampah

3

2,3

c. Lain – Lain

2

1,5

2.

Tidak memiliki

128

96,2

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 13.

Distribusi data factor penularan penyakit di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

KEPEMILIKAN KANDANG

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Jumlah Kepemilikan Kandang

14


2.

Jarak Kandang ke Rumah :



a. Kurang dari 10 m

b. 10 -15 m

c. Lebih dari 16 m

11

8,3

2

1,5

1

0,7

Jumlah

14

10,5

Sumber : Data primer

B. PEMBAHASAN PBL I

* Tabel. 8

Pada tabel 8, dari hasil pendataan yang dilakukan di Desa Balau tahun 2009, diperoleh jumlah penduduk 544 jiwa dan jumlah KK 133 dengan presentase kepemilikan sarana air bersih sebesar 3,0 Ini berarti sarana air bersih di Desa Balau belum sesuai yang di harapkan oleh pemerintah dan departemen kesehatan,hal ini menunjukan bahwa masih banyak maryarakat yang belum menyadari tentang pentingnya penggunaan air bersih.

* Tabel .9

Pada table 9 dan 10, dari hasil pendataan yang dilakukan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009 diperoleh jumlah penduduk 544 jiwa dengan jumlah KK 133, jumlah kepemilikan sarana pembuangan kotoran ( jamban ) di Desa Balau hanya 53 KK dengan presentase 39,9 Dengan melihat jumlah tersebut, bahwa kepemilikan sarana pembuangan kotoran ( jamban ) masih dibawah 50 %.

* Tabel 10

Dari 133 KK masih 80 KK yang membuang kototran di sungai, semak – semak, saluran air, dan kebun dengan persentase 60,1. Namun berdasarkan hasil wawancara sebenarnya sebagian besar penduduk sudah memahami pentingnya jamban bagi kesehatan serta dampaknya, hanya karena ketidak mampuan ekonomi sehingga tidak mendukung mereka untuk menyediakan jamban keluarga.

* Tabel. 11

Pada tabel 11, dari hasil pendataan dan pemantauan yang dilakukan di Desa Balau tahun 2009 dari 133 KK hanya 2 KK yang mempunyai saluran pembuangan iar limbah, hal ini menunjukan bahwa masih sebagian besar KK yang belum mengerti dan memahami penangan air limbah.

* Tabel. 12

Dari hasil pendataan dan pemantauan di lapangan masih ditemukan kebiasaan yang kurang baik dalam pengolahan sampah, karena masih sebagian besar KK yang belum mempunyai sarana pembuangan sampah, sehingga memungkinkan tempat berkembangnya vektor yang dapat menyebapkan penyakit tertentu.

* Tabel.13

Dari hasil pendataan KK yang memiliki kandang ternak adalah 14 KK dan hanya 1 KK yang mempunyai kandang ternak yang memenuhi syarat kesehatan dengan presentase 0,7 % dari jumlah KK yang di Desa Balau.

C. HASIL SURVEY PBL II

Berdasarkan jadwal kegiatan,maka selanjutnya dilakukan kegiatan ini berupa:

a. Kegiatan Fisik :

1) Membuat Cloused Percontohan

2) Membuat Jamban Percontohan Sederhana

3) Melaksanakan Kerja Bakti

b. Kegiatan Non Fisik : Memberikan Penyuluhan

D. PEMBAHASAN PBL II

Dari dua kegiatan tersebut, maka dapat di jabarkan sebagai berikut:

a. Kegiatan Fisik :

1) Membuat Cloused Percontohan

Pembuatan Cloused Percontohan dilakukan di Balai Desa Balau oleh Mahasiswa PBL IIbersama masyarakat Desa Balau agar masyarakat dapat membuat Cloused sendiri setelah melaksanakan praktek pembuatan Cloused bersama Mahasiswa PBL II yang dibimbing oleh Bagian Sanitarian dari Puskesmas Tiloan.

2) Membuat Jamban Percontohan Sederhana

Pembuatan Jamban Percontohan Sederhana juga tidak lepas dari gotong royong Mahasiswa PBL II bersama masyarakat Desa Balau, serta bimbingan dari bagian Sanitarian Puskesmas Tiloan.Pembuatan penampungan ( septik tenk ) didinding dengan anyaman bambu untuk menjaga agar tanah pada diding penampungan tidak runtuh, pembuatan dinding jamban juga menggunakan bambu, serta dalam pembuatan kedudukan Cloused menggunakan bahan campuran dari semen dan pasir. Penggunaan bahan yang sederhana seperti diatas bertujuan agar masyarakat dapat termotivasi, bahwa dengan bahan sederhana seperti diatas dapat membuat jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan.

3) Melaksanakan Kerja Bakti

Pelaksanaan Kerja Bakti dilakukan langsung oleh Mahasiswa PBL II bersama dengan masyarakat Desa Balau setiap hari Jum’at di sarana umum Desa Balau, yakni di halaman Kantor Desa Balau dan Masjid Desa Balau.

b. Kegiatan Non fisik

Kegiatan non fisik yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa Balau tentang pentingnya sarana pembuangan kotoran dengan tujuan agar masyarakat Desa Balau termotivasi untuk membuat Jamban Keluarga sehingga tidak lagi membuang hajat (BAB/BAK) di sembarang tempat (di sungai, semak-semak, dll).

Selama proses pelaksanaan program kegiatan PBL II,partisipasi masyarakat Desa Balau terlihat jelas mulai dari terkumpulnya masyarakat yang di undang dalam setiap acara pertemuan, pergaulan antara warga Desa Balau dengan mahasiswa yang terjalin dengan baik. Partisipasi masyarakat dalam seluruhkegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) II baik kegiatan fisik maupun Kegiatan non fisik.

E. HASIL SURVEY PBL III

Hasil kesepakatan bersama masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol, program kegiatan pada PBL III adalah sebagai berikut :

1. Membuat SPAL percontohan sederhana

2. Membuat sarana pembuangan sampah sederhana ( Tong sampah )

3. Memberikan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Sehat ( PHBS )

4. Melaksanakan Kerja Bakti Sosial.

F. PEMBAHASAN PBL III

1. Membuat Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Percontohan Sederhana.

Pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) percontohan sederhana dilakukan secara gotong royong di salah satu pekarangan masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol, agar masyarakat dapat membuat SPAL sendiri di rumah masing – masing.

2. Membuat Sarana Pembuangan Sampah Sederhana ( Tong Sampah )

Pembuatan sarana pembuangan sampah sederhana dilakukan bersama masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol di Posko Mahasiswa PBL, sehingga masyarakat Desa Balau dapat membuat sarana pembuangan sampah di rumah masing – masing guna menjaga kebersihan lingkungan rumah masing – masing.

3. Memberikan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Sehat ( PHBS ) Memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup sehat ( PHBS ) kepada masyarakat desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol, untuk dapat merubah perilaku masyarakat karena merubah perilaku masyarakat itu sulit, maka kita perlu merubah pengetahuan masyarakat terlebih dulu sehingga masyarakat menjadi tahu dan akhirnya mau untuk melakukan perubahan dari segi perilaku hidup khususnya yang berhubungan dengan kesehatan.

4. Melaksanakan Kerja Bakti Sosial

Melaksanakan kerja bakti sosial bersama masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol di lingkungan Masjid Desa Balau.

G. PENCAPAIAN PROGRAM

Berdasarkan uraian diatas, maka hasil yang telah dicapai selama pelaksanaan Praktek Belajar Lapangan I, II dan III oleh kelompok I Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol adalah sesuai table berikut :

Tabel 14

Pencapaian Program Praktek Belajar Lapangan I, II dan III, Kelompok I Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol

No

Nama Program

Rencana

Realisasi

Ket

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Penyuluhan PHBS

Pelayanan Kesehatan Gratis

Pemberian Makanan Tambahan

Penyuluhan Jamban Keluarga

Pembuatan Cloused Percontohan

Pembuatan Jamban Percontohan

Pembuatan SPAL Percontohan

Pembuatan Sarana Pembuangan

Sampah

3 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

3 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

1 kali

PBL I, II, III

PBL I

PBL I

PBL II

PBL II

PBL II

PBL III

PBL III

BAB. VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Praktek Belajar Lapangan ( PBL ) III merupakan kelanjutan dari PBL I dan II bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu.

Pada PBL III Mahasiswa diupayakan agar mampu melaksanakan program yang sudah ditetapkan pada PBL I dan II sebelumnya, serta melaksanakan rencana kegiatan bersama – sama dengan masyarakat untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada di Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada PBL III adalah membuat SPAL percontohan, Membuat Sarana Pembuangan Sampah Percontohan, serta Memberikan Penyuluhan PHBS.

B. Saran

Pada laporan ini adapun saran-saran kami tujukan pada:

1. Kepada Puskesmas

Diharapkan kepada pihak puskesmas agar lebih meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.

2. Pihak Kepala Desa Dan Tokoh Masyarakat

Diharapkan peranannya dalam membantu mengsukseskan setiap program-program kesehatan dalam rangka memotivasi masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan serta membantu mahasiswa dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

3. Pihak Masyarakat

Di harapkan agar masyarakat lebih aktif dalam menanggapi setiap topik-topik Yang di angkat agar diskusi berlangsung dengan lancar dan mahasiswa dapat mengetahui secara jelas mengenai masalah yang ada dalam masyarakat dan lingkungannya.

Diharapkan laporan ini dapat menjelaskan secara umum mengenai keadaan permasalahan kesehatan di desa balau dan bermanfaat sebagai bahan referensi bagi mahasiswa pada khususnya khalayak pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, 2001, ARIFF. Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat, Jakarta.

Panduan PBL III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu Tahun 2010.

Laporan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II, Desa Labuan Induk Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala, Tahun 2006.

Laporan Pengalaman Belajar (PBL) II, Desa Lamasan Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2007.

Laporan Pengalaman Belajar ( PBL ) III, Desa Uenuni Kecamatan Palolo Kabupaten Donggala Tahun 2009.

Laporan Pengalaman Belajar Lapangan ( PBL ) III, desa Domba Kecamatan Maraola Kabupaten Donggala Tahun 2009.