BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pembukaan Undang – undang Dasar 1945 dicantumkan bahwa pembangunan yang meliputi semua sektor, dilaksanakan oleh Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia, yang bertujuan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. Khususnya pembangunan di sektor Kesehatan.
Visi, misi, kebijakan dan strategis pembangunan kesehatan Indonesia Sehat 2010 telah mengalami reformasi total, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya tangkal dan perubahan pemahaman tentang konsep sehat dan sakit serta makin kayanya khasanah ilmu pengetahuan dan informasi tentang determinan penyebap penyakit yang multisektoral telah menggugurkan paradigma pembangunan kesehatan yang lebih mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.
Paradigma kesehatan baru yaitu menitikberatkan pada peningkatan perilaku hygiene dan sanitasi masyarakat, menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui metode pemicuan berbasis komunitas, terpadu dan total. Paradigma tersebut merupakan modal pembangunan kesehatan dalam jangka 2010-2015 mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dan menjaga kesehatannya sendiri.
Pada kegiatan Praktek Belajar Lapangan ( PBL) III yang merupakan kelanjutan dari Praktek Belajar Lapangan ( PBL) I dan II, kami kelompok I (satu) ditempatkan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.
Secara umum 3 unsur penting dalam program PBL yakni :
1) Sebagai kegiatan pendidikan
Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan sehat dan sakit
2) Sebagai kegiatan penelitian
Mampu mengkaji dan merumuskan masalah serta menggali seluruh potensi yang ada di masyarakat.
3) Sebagai kegiatan pengabdian
Mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh untuk digunakan dalam penyelesaian masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
2. Tujuan
1) Tujuan Umum PBL- III
a. Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan lingkungan masyarakat yang mencakup rumah, jamban, Sistem Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) dan prasarana penunjangan lainnya yang berpedoman pada standar kesehatan yang berlaku.
b. Mahasiswa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan dan mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi intervensi yang dilakukan pada masyarakat dalam memecahkan masalah tersebut dilokasi PBL- III.
2) Tujuan Khusus PBL- III
a. Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan khususnya yang behubungandengan Kesehatan Lingkungan
b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan lingkungan yang ada pada lokasi PBL- III
c. Mahasiswa mampu meresume hasil Pengalaman Belajar ( PBL) III dan menyusun laporan atas kegiatan yang telah dilaksanakan.
3. Manfaat
Setelah mengikuti praktek belajar lapangan (PBL) III, diharapkan mahasiswa lebih mampu :
1) Menganalisis kebutuhan prioritas masalah kesehatan keluarga dalam masyarakat.
2) Mampu menjalin hubungan baik antara masyarakat dalam interaksi langsung dengan masyarakat dan mahasiswa Praktek Belajar Lapangan III.
3) Melalui Praktek Belajar Lapangan, mahasiswa dapat mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
BAB. II
GAMBARAN UMUM LOKASI
A. LETAK DAN LUAS WILAYAH
Desa Balau terletak dibagian selatan kota Buol dengan luas wilayah . Desa ini berbatasan dengan beberapa desa lainnya yaitu :
Sebelah utara : Berbatasan dengan Desa Monggonit
Sebelah barat : Berbatasan dengan Desa Air Terang
Sebelah timur : Berbatasan dengan Desa Boilan
Sebelah selatan : Berbatasan dengan Jatimulia dan Desa
Panilan
Jarak Desa Balau dari ibu kota Kecamatan sekitar 1 Km,sedangkan dari ibu kota kabupaten sekitar 20 Km. Desa ini terbagi dalam 2 ( dua ) dusun yaitu :
Dusun I ( satu ) terdiri dari 2 RT
Dusun II ( dua ) terdiri dari 2 RT
B. PETA WILAYAH DESA BALAU
C. KARATERISTIK PENDUDUK
Penduduk asli yang berdomisili di Desa Balau adalah suku asli Buol, suku Gorontalo dan suku Jawa. Penduduk di Desa ini pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, sedangkan tingkat pendidikan KK di Desa Balau berbeda – beda.
Hal ini dapat kami uraikan berdasarkan tabel sebagai berikut :
Tabel. 1
Distribusi penduduk berdasarkan klasifikasi umur,di Desa Balau tahun 2009
| NO | UMUR | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | 0 – 5 | 116 | 21,3 |
| 2. | 6 – 10 | 87 | 16 |
| 3. | 11 – 15 | 44 | 8 |
| 4. | 16 - 20 | 52 | 9,6 |
| 5. | 21 – 25 | 51 | 9,4 |
| 6. | 26 – 30 | 61 | 11,2 |
| 7. | 31 – 35 | 27 | 5 |
| 8. | 36 – 40 | 20 | 3,7 |
| 9. | Lebih dari 40 | 86 | 15,8 |
| Jumlah | 544 | 100 | |
Sumber : Data primer
Tabel 2.
Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut jenis kelamin di Desa Balau tahun 2009
| NO | JENIS KELAMIN | JUMLAH KK | PERSENTASE |
| 1. | Laki – Laki | 126 | 94,7 |
| 2. | Perempuan | 7 | 5,3 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
Tabel 3.
Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut tingkat pendidikan di Desa Balau tahun 2009
| NO | PENDIDIKAN | JUMLAH KK | PERSENTASE |
| 1. | Tidak Sekolah | 43 | 32,3 |
| 2. | SR / SD | 82 | 61,7 |
| 3. | SMP | 5 | 3,7 |
| 4. | SMA | 3 | 2,3 |
| 5. | Akademik ( D1-D3 ) | - | - |
| 6. | Sarjana ( S1-S2 ) | - | - |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
Tabel 4.
Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut mata pencaharian di Desa Balau tahun 2009
| NO | MATA PENCAHARIAN | JUMLAH KK | PERSENTASE |
| 1 | PNS | 3 | 2,3 |
| 2 | Tani | 125 | 93,9 |
| 3 | Wiraswasta/ Dagang | 2 | 1,5 |
| 4 | Tukang | 3 | 2,3 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
BAB. III
METODOLOGI
A. DESAIN
Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengumpulan data adalah pengambilan sampel berdasarkan kriteria – kriteria penelitian dan harus mencapai kurun waktu tertentu sampai jumlah terpenuhi.
Berdasarkan pendataan yang ada ( tahun 2009 ) di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol berjumlah 133 KK. Pelaksanaan pengumpulan data berdasarkan program yang telah dilakukan pada tanggal 13 Juli s/d 25 Juli 2009, dimana kami melakukan pendataan dengan menggunakan kuisioner yang ada ( terlampir ).
B. PENGUMPULAN DATA
a. Data Primer
Cara pengumpulan data dengan mengunakan kuisioner dan melakukan wawancara secara langsung.
b. Data sekunder
Pengumpulan data yang diperoleh dari Puskesmas, Kantor Camat, dan dari Desa.
C. PENGOLAHAN DATA
Cara pengolahan data yang kami lakukan adalah :
1. Memeriksa data yang ada, apakah ada kesalahan atau tidak.
2. Pemberian nomor kode pada data.
3. Penyusunan / perhitungan data berdasarkan variable yang diteliti.
4. Menggambarkan atau menerangkan hasil pendataan.
Dalam penyajian data, cara yang kami lakukan adalah dalam bentuk table.
D. ANALISA DATA
Dalam menganalisa data, yang dilakukan setelah pengumpulan data dan pengolahan data yaitu mengidentifikasi data.
Masalah merupakan kesenjangan yang dapat diamati antara situasi yang terjadi dengan situasi yang ingin dicapai atau kesenjangan yang dapat diukur antara hasil yang mampu dicapai, dengan tujuan yang ingin dicapai.
Berdasarkan hasil identifikasi / pengumpulan data yang dikumpulkan dari Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, masalah – masalah kesehatan yang ditemui adalah sebagai berikut :
1. Masalah Air Bersih
Setelah melakukan pendataan, ada sekitar 4 KK yang memiliki sarana air bersih, dengan presentase 3,0
2. Masalah Jamban Keluarga
Dari jumlah 133 KK yang ada di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, hanya 53 yang mempunyai sarana pembuangan kotoran ( jamban ) dengan presentase 39,8 %
3. Masalah Air Limbah
Berdasarkan data yang diperoleh bahwa sarana pembuangan air limbah baru 4 KK yang memilki SPAL.
4. Maslah Pengolahan Sampah
Dari jumlah kepala keluarga ( KK ) sekitar 5 KK yang memiliki sarana pembuangan sampah.
BAB IV
DATA KESEHATAN
Tabel 5.
Sarana kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol Tahun 2010
| NO | SARANA KESEHATAN | JUMLAH |
| 1. | Poskesdes | 1 |
| 2. | PUSTU | 0 |
Sumber : Data primer
Tabel 6.
Persentase data jumlah Penduduk Berdasarkan penyakit terbanyak di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009
| NO | NAMA PENYAKIT | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Malaria | 37 | 6,8 |
| 2. | Penyakit Kulit | 20 | 3,7 |
| 3. | Diare | 15 | 2,7 |
| 4. | ISPA | 13 | 2,4 |
| Jumlah | 85 | 15,6 | |
Sumber : Data primer
Tabel 7
Persentase data jumlah KK berdasarkan tempat berobat di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol Tahun 2009
| NO | TEMPAT BEROBAT | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Puskesmas | 28 | 21 |
| 2. | Poskesdes / Bidan | 50 | 37,59 |
| 3. | Dokter Praktek | 1 | 0,8 |
| 4. | Di rumah saja | 6 | 4,5 |
| 5. | Dukun | 48 | 36 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
BAB. V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL SURVEY PBL I
Berikut adalah distribusi KK Desa Balau berdasarkan Sarana air bersih, Jenis Jamban, Penanganan air limbah, Pembuangan sampah, Faktor penularan penyakit.
Tabel 8.
Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis sarana air bersih di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Tiloan tahun 2009
| NO | SARANA AIR BERSIH | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Sumur Gali ( SGL ) | 3 | 2,3 |
| 2. | SPT ( Sumur Pompa Tangan ) | - | - |
| 3. | P D A M | 1 | 0,7 |
| 4. | Tidak memiliki | 129 | 97 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
Tabel 9.
Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis jamban di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009
| NO | JENIS JAMBAN | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Leher Angsa | 20 | 15 |
| 2. | Cemplung | 25 | 18,8 |
| 3. | Plengsengan | 8 | 6,1 |
| 4. | Tidak memiliki jamban | 80 | 60,1 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data Primer
Tabel 10.
Distribusi data jumlah KK berdasarkan tempat BAB di Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol Tahun 2009
| NO | TEMPAT BAB | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | WC | 53 | 40 |
| 2. | Semak – Semak | 20 | 15 |
| 3. | Kebun | 16 | 12 |
| 4. | Saluran Air | 20 | 15 |
| 5. | Lain – Lain / Sungai | 24 | 18 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data Primer
Tabel 11.
Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis penanganan air limbah di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Tiloan tahun 2009
| NO | PENANGANAN AIR LIMBAH | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Diresapkan kedalam tanah | 2 | 1,5 |
| 2. | Kepermukaan tanah | 129 | 97 |
| 3. | Dialirkan ke selokan | 2 | 1,5 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
Tabel 12.
Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis pembuangan sampah di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009
| NO | PEMBUANGAN SAMPAH | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Jumlah kepemilikan pembuangan sampah | | |
| a. Tong Sampah | - | - | |
| b. Lubang Sampah | 3 | 2,3 | |
| c. Lain – Lain | 2 | 1,5 | |
| 2. | Tidak memiliki | 128 | 96,2 |
| Jumlah | 133 | 100 | |
Sumber : Data primer
Tabel 13.
Distribusi data factor penularan penyakit di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009
| NO | KEPEMILIKAN KANDANG | JUMLAH | PERSENTASE |
| 1. | Jumlah Kepemilikan Kandang | 14 | |
| 2. | Jarak Kandang ke Rumah : | | |
| a. Kurang dari 10 m b. 10 -15 m c. Lebih dari 16 m | 11 | 8,3 | |
| 2 | 1,5 | ||
| 1 | 0,7 | ||
| Jumlah | 14 | 10,5 | |
Sumber : Data primer
B. PEMBAHASAN PBL I
Tabel. 8
Pada tabel 8, dari hasil pendataan yang dilakukan di Desa Balau tahun 2009, diperoleh jumlah penduduk 544 jiwa dan jumlah KK 133 dengan presentase kepemilikan sarana air bersih sebesar 3,0 Ini berarti sarana air bersih di Desa Balau belum sesuai yang di harapkan oleh pemerintah dan departemen kesehatan,hal ini menunjukan bahwa masih banyak maryarakat yang belum menyadari tentang pentingnya penggunaan air bersih.
Tabel .9
Pada table 9 dan 10, dari hasil pendataan yang dilakukan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009 diperoleh jumlah penduduk 544 jiwa dengan jumlah KK 133, jumlah kepemilikan sarana pembuangan kotoran ( jamban ) di Desa Balau hanya 53 KK dengan presentase 39,9 Dengan melihat jumlah tersebut, bahwa kepemilikan sarana pembuangan kotoran ( jamban ) masih dibawah 50 %.
Tabel 10
Dari 133 KK masih 80 KK yang membuang kototran di sungai, semak – semak, saluran air, dan kebun dengan persentase 60,1. Namun berdasarkan hasil wawancara sebenarnya sebagian besar penduduk sudah memahami pentingnya jamban bagi kesehatan serta dampaknya, hanya karena ketidak mampuan ekonomi sehingga tidak mendukung mereka untuk menyediakan jamban keluarga.
Tabel. 11
Pada tabel 11, dari hasil pendataan dan pemantauan yang dilakukan di Desa Balau tahun 2009 dari 133 KK hanya 2 KK yang mempunyai saluran pembuangan iar limbah, hal ini menunjukan bahwa masih sebagian besar KK yang belum mengerti dan memahami penangan air limbah.
Tabel. 12
Dari hasil pendataan dan pemantauan di lapangan masih ditemukan kebiasaan yang kurang baik dalam pengolahan sampah, karena masih sebagian besar KK yang belum mempunyai sarana pembuangan sampah, sehingga memungkinkan tempat berkembangnya vektor yang dapat menyebapkan penyakit tertentu.
Tabel.13
Dari hasil pendataan KK yang memiliki kandang ternak adalah 14 KK dan hanya 1 KK yang mempunyai kandang ternak yang memenuhi syarat kesehatan dengan presentase 0,7 % dari jumlah KK yang di Desa Balau.
C. HASIL SURVEY PBL II
Berdasarkan jadwal kegiatan,maka selanjutnya dilakukan kegiatan ini berupa:
a. Kegiatan Fisik :
1) Membuat Cloused Percontohan
2) Membuat Jamban Percontohan Sederhana
3) Melaksanakan Kerja Bakti
b. Kegiatan Non Fisik : Memberikan Penyuluhan
D. PEMBAHASAN PBL II
Dari dua kegiatan tersebut, maka dapat di jabarkan sebagai berikut:
a. Kegiatan Fisik :
1) Membuat Cloused Percontohan
Pembuatan Cloused Percontohan dilakukan di Balai Desa Balau oleh Mahasiswa PBL IIbersama masyarakat Desa Balau agar masyarakat dapat membuat Cloused sendiri setelah melaksanakan praktek pembuatan Cloused bersama Mahasiswa PBL II yang dibimbing oleh Bagian Sanitarian dari Puskesmas Tiloan.
2) Membuat Jamban Percontohan Sederhana
Pembuatan Jamban Percontohan Sederhana juga tidak lepas dari gotong royong Mahasiswa PBL II bersama masyarakat Desa Balau, serta bimbingan dari bagian Sanitarian Puskesmas Tiloan.Pembuatan penampungan ( septik tenk ) didinding dengan anyaman bambu untuk menjaga agar tanah pada diding penampungan tidak runtuh, pembuatan dinding jamban juga menggunakan bambu, serta dalam pembuatan kedudukan Cloused menggunakan bahan campuran dari semen dan pasir. Penggunaan bahan yang sederhana seperti diatas bertujuan agar masyarakat dapat termotivasi, bahwa dengan bahan sederhana seperti diatas dapat membuat jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan.
3) Melaksanakan Kerja Bakti
Pelaksanaan Kerja Bakti dilakukan langsung oleh Mahasiswa PBL II bersama dengan masyarakat Desa Balau setiap hari Jum’at di sarana umum Desa Balau, yakni di halaman Kantor Desa Balau dan Masjid Desa Balau.
b. Kegiatan Non fisik
Kegiatan non fisik yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa Balau tentang pentingnya sarana pembuangan kotoran dengan tujuan agar masyarakat Desa Balau termotivasi untuk membuat Jamban Keluarga sehingga tidak lagi membuang hajat (BAB/BAK) di sembarang tempat (di sungai, semak-semak, dll).
Selama proses pelaksanaan program kegiatan PBL II,partisipasi masyarakat Desa Balau terlihat jelas mulai dari terkumpulnya masyarakat yang di undang dalam setiap acara pertemuan, pergaulan antara warga Desa Balau dengan mahasiswa yang terjalin dengan baik. Partisipasi masyarakat dalam seluruhkegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) II baik kegiatan fisik maupun Kegiatan non fisik.
E. HASIL SURVEY PBL III
Hasil kesepakatan bersama masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol, program kegiatan pada PBL III adalah sebagai berikut :
1. Membuat SPAL percontohan sederhana
2. Membuat sarana pembuangan sampah sederhana ( Tong sampah )
3. Memberikan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Sehat ( PHBS )
4. Melaksanakan Kerja Bakti Sosial.
F. PEMBAHASAN PBL III
1. Membuat Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Percontohan Sederhana.
Pembuatan Saluran Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) percontohan sederhana dilakukan secara gotong royong di salah satu pekarangan masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol, agar masyarakat dapat membuat SPAL sendiri di rumah masing – masing.
2. Membuat Sarana Pembuangan Sampah Sederhana ( Tong Sampah )
Pembuatan sarana pembuangan sampah sederhana dilakukan bersama masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol di Posko Mahasiswa PBL, sehingga masyarakat Desa Balau dapat membuat sarana pembuangan sampah di rumah masing – masing guna menjaga kebersihan lingkungan rumah masing – masing.
3. Memberikan Penyuluhan Tentang Perilaku Hidup Sehat ( PHBS ) Memberikan penyuluhan tentang perilaku hidup sehat ( PHBS ) kepada masyarakat desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol, untuk dapat merubah perilaku masyarakat karena merubah perilaku masyarakat itu sulit, maka kita perlu merubah pengetahuan masyarakat terlebih dulu sehingga masyarakat menjadi tahu dan akhirnya mau untuk melakukan perubahan dari segi perilaku hidup khususnya yang berhubungan dengan kesehatan.
4. Melaksanakan Kerja Bakti Sosial
Melaksanakan kerja bakti sosial bersama masyarakat Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol di lingkungan Masjid Desa Balau.
G. PENCAPAIAN PROGRAM
Berdasarkan uraian diatas, maka hasil yang telah dicapai selama pelaksanaan Praktek Belajar Lapangan I, II dan III oleh kelompok I Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol adalah sesuai table berikut :
Tabel 14
Pencapaian Program Praktek Belajar Lapangan I, II dan III, Kelompok I Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol
| No | Nama Program | Rencana | Realisasi | Ket |
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. | Penyuluhan PHBS Pelayanan Kesehatan Gratis Pemberian Makanan Tambahan Penyuluhan Jamban Keluarga Pembuatan Cloused Percontohan Pembuatan Jamban Percontohan Pembuatan SPAL Percontohan Pembuatan Sarana Pembuangan Sampah | 3 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali | 3 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali 1 kali | PBL I, II, III PBL I PBL I PBL II PBL II PBL II PBL III PBL III |
BAB. VI
PENUTUP
A. Kesimpulan
Praktek Belajar Lapangan ( PBL ) III merupakan kelanjutan dari PBL I dan II bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu.
Pada PBL III Mahasiswa diupayakan agar mampu melaksanakan program yang sudah ditetapkan pada PBL I dan II sebelumnya, serta melaksanakan rencana kegiatan bersama – sama dengan masyarakat untuk menanggulangi masalah kesehatan yang ada di Desa Balau Kec. Tiloan Kab. Buol.
Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada PBL III adalah membuat SPAL percontohan, Membuat Sarana Pembuangan Sampah Percontohan, serta Memberikan Penyuluhan PHBS.
B. Saran
Pada laporan ini adapun saran-saran kami tujukan pada:
1. Kepada Puskesmas
Diharapkan kepada pihak puskesmas agar lebih meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.
2. Pihak Kepala Desa Dan Tokoh Masyarakat
Diharapkan peranannya dalam membantu mengsukseskan setiap program-program kesehatan dalam rangka memotivasi masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan serta membantu mahasiswa dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
3. Pihak Masyarakat
Di harapkan agar masyarakat lebih aktif dalam menanggapi setiap topik-topik Yang di angkat agar diskusi berlangsung dengan lancar dan mahasiswa dapat mengetahui secara jelas mengenai masalah yang ada dalam masyarakat dan lingkungannya.
Diharapkan laporan ini dapat menjelaskan secara umum mengenai keadaan permasalahan kesehatan di desa balau dan bermanfaat sebagai bahan referensi bagi mahasiswa pada khususnya khalayak pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan RI, 2001, ARIFF. Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat, Jakarta.
Panduan PBL III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu Tahun 2010.
Laporan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II, Desa Labuan Induk Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala, Tahun 2006.
Laporan Pengalaman Belajar (PBL) II, Desa Lamasan Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2007.
Laporan Pengalaman Belajar ( PBL ) III, Desa Uenuni Kecamatan Palolo Kabupaten Donggala Tahun 2009.
Laporan Pengalaman Belajar Lapangan ( PBL ) III, desa Domba Kecamatan Maraola Kabupaten Donggala Tahun 2009.