Selasa, 22 Desember 2009

Laporan PBL I Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol 2009


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pengalaman belajar lapangan ( PBL ) adalah salah satu bentuk cara pembelajaran para mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM ) Unismuh Palu di masyarakat mengingat pada akhir nanti para mahasiswa akan dihadapkan pada masyarakat baik langsung maupun tidak langsung.

PBL 1 ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman belajar cerama ( PBC ), Pengalaman Belajar Praktek ( PBK ) dan Pengalaman Belajar Diskusi ( PBD ). Ketiga pengalaman belajar tersebut diatas akan memperkuat kemampuan kami dalam proses mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.

Pengalaman Belajar Lapangan merupakan proses belajar untuk mendapatkan kemampuan professional dibidang kesehatan masyarakat, Untuk dapat menyandang predikat sarjana kesehatan masyarakat ( SKM ). Kemampuan profesi tersebut meliputi :

1. Menetapkan diagnosa kesehatan komunitas yang intinya mampu menyusun, merumuskan masalah kesehatan masyarakat.

2. Menetapkan prioritas masalah kesehatan masyarakat.

3. Bertindak sebagai pelaksana, pengololah, pendidik, dan peneliti dibidang kesehatan masyarakat.

4. Melakukan pendekatan komunitas.

5. Bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk peningkatan kesehatan masyarakat.

Untuk mendukung kemampuan tersebut diatas diperlukan pengetahuan mendalam tentang masyarakat dalam hal ini dibutuhkan 3 ( tiga ) data penting yaitu :

1. Data umum

2. Data kesehatan

3. Data yang berhubungan dengan kesehatan

Dalam pelaksanaan PBL 1 ini kami melakukan kegiatan selama 2 ( dua ) minggu di Desa Balau Kec. Tiloan, Kab. Buol meliputi :

1. Kegiatan mengumpulkan data kesehatan secara menyeluruh.

2. Menganalisa data.

3. Mengidentifikasi masalah.

Disamping kegiatan pendataan mahasiswa melakukan kegiatan tambahan yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan pada masyarakat, antara lain :

· Penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.

· Kerja sama dengan pihak Puskesmas tentang pelayanan kesehatan.

B. TUJUAN

1. TUJUAN UMUM

Pelaksanaan Pengalaman Belajar Lapangan dimaksudkan agar mahasiswa dapat menganalisis data dan mengidentifikasi masalah yang ada di lapangan.

2. TUJUAN KHUSUS

Pengalaman Belajar Lapangan adalah satu bentuk kegiatan belajar yang diterapkan pada mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu. Hal ini dilaksanakan berdasarkan salah satu bentuk tahapan PBL yaitu tahapan Problem Solving :

Ø Mengenal dan memahami struktur masyarakat serta organisasinya.

Ø Mengenal karateristik serta norma – norma dalam masyarakat dan lingkungannya.

Ø Bersama secara tim dalam kelompok kegiatan.

Ø Dalam mengidentifikasikan masalah, hasil pengumpulan data base dan sekunder.

Ø Bersama – sama dengan masyarakat menentukan masalah kesehatan setempat.

BAB. II

GAMBARAN UMUM LOKASI

A. LETAK DAN LUAS WILAYAH

Desa Balau terletak dibagian selatan kota Buol dengan luas wilayah . Desa ini berbatasan dengan beberapa desa lainnya yaitu :

* Sebelah utara : Berbatasan dengan Desa Monggonit

* Sebelah barat : Berbatasan dengan Desa Air Terang

* Sebelah timur : Berbatasan dengan Desa Boilan

* Sebelah selatan : Berbatasan dengan Jatimulia dan Desa

Panilan

Jarak Desa Balau dari ibu kota Kecamatan sekitar Km,sedangkan dari ibu kota kabupaten sekitar Km. Desa ini terbagi dalam 2 ( dua ) dusun yaitu :

* Dusun I ( satu ) terdiri dari 2 RT

* Dusun II ( dua ) terdiri dari 2 RT

B. PETA WILAYAH DESA BALAU

C. KARATERISTIK PENDUDUK

Penduduk asli yang berdomisili di Desa Balau adalah suku asli Buol, suku Gorontalo dan suku Jawa. Penduduk di Desa ini pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, sedangkan tingkat pendidikan KK di Desa Balau berbeda – beda.

Hal ini dapat kami uraikan berdasarkan tabel sebagai berikut :

Tabel. 1

Distribusi penduduk berdasarkan klasifikasi umur,di Desa Balau tahun 2009

NO

UMUR

JUMLAH

PERSENTASE

1.

0 – 5

116

21,3

2.

6 – 10

87

16

3.

11 – 15

44

8

4.

16 - 20

52

9,6

5.

21 – 25

51

9,4

6.

26 – 30

61

11,2

7.

31 – 35

27

5

8.

36 – 40

20

3,7

9.

Lebih dari 40

86

15,8

Jumlah

544

100

Sumber : Data primer

Tabel 2.

Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut jenis kelamin di Desa Balau tahun 2009

NO

JENIS KELAMIN

JUMLAH KK

PERSENTASE

1.

Laki – Laki

126

94,7

2.

Perempuan

7

5,3

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 3.

Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut tingkat pendidikan di Desa Balau tahun 2009

NO

PENDIDIKAN

JUMLAH KK

PERSENTASE

1.

Tidak Sekolah

43

32,3

2.

SR / SD

82

61,7

3.

SMP

5

3,7

4.

SMA

3

2,3

5.

Akademik ( D1-D3 )

-

-

6.

Sarjana ( S1-S2 )

-

-

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 4.

Persentase data jumlah penduduk berdasarkan KK menurut mata pencaharian di Desa Balau tahun 2009

NO

MATA PENCAHARIAN

JUMLAH KK

PERSENTASE

1

PNS

3

2,3

2

Tani

125

93,9

3

Wiraswasta/ Dagang

2

1,5

4

Tukang

3

2,3

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

BAB. III

METODOLOGI

A. DESAIN

Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengumpulan data adalah pengambilan sampel berdasarkan kriteria – kriteria penelitian dan harus mencapai kurun waktu tertentu sampai jumlah terpenuhi.

Berdasarkan pendataan yang ada ( tahun 2009 ) di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol berjumlah 133 KK. Pelaksanaan pengumpulan data berdasarkan program yang telah dilakukan pada tanggal 13 Juli s/d 25 Juli 2009, dimana kami melakukan pendataan dengan menggunakan kuisioner yang ada ( terlampir ).

B. PENGUMPULAN DATA

a. Data Primer

Cara pengumpulan data dengan mengunakan kuisioner dan melakukan wawancara secara langsung.

b. Data sekunder

Pengumpulan data yang diperoleh dari Puskesmas, Kantor Camat, dan dari Desa.

C. PENGOLAHAN DATA

Cara pengolahan data yang kami lakukan adalah :

1. Memeriksa data yang ada, apakah ada kesalahan atau tidak.

2. Pemberian nomor kode pada data.

3. Penyusunan / perhitungan data berdasarkan variable yang diteliti.

4. Menggambarkan atau menerangkan hasil pendataan.

Dalam penyajian data, cara yang kami lakukan adalah dalam bentuk table.

D. ANALISA DATA

Dalam menganalisa data, yang dilakukan setelah pengumpulan data dan pengolahan data yaitu mengidentifikasi data.

Masalah merupakan kesenjangan yang dapat diamati antara situasi yang terjadi dengan situasi yang ingin dicapai atau kesenjangan yang dapat diukur antara hasil yang mampu dicapai, dengan tujuan yang ingin dicapai.

Berdasarkan hasil identifikasi / pengumpulan data yang dikumpulkan dari Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, masalah – masalah kesehatan yang ditemui adalah sebagai berikut :

1. Masalah Air Bersih

Setelah melakukan pendataan, ada sekitar 4 KK yang memiliki sarana air bersih, dengan presentase 3,0

2. Masalah Jamban Keluarga

Dari jumlah 133 KK yang ada di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, hanya 53 yang mempunyai sarana pembuangan kotoran ( jamban ) dengan presentase 39,8 %

3. Masalah Air Limbah

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa sarana pembuangan air limbah baru 4 KK yang memilki SPAL.

4. Maslah Pengolahan Sampah

Dari jumlah kepala keluarga ( KK ) sekitar 5 KK yang memiliki sarana pembuangan sampah.

BAB IV

DATA KESEHATAN

Tabel 5.

Sarana kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol

NO

SARANA KESEHATAN

JUMLAH

1.

Polindes

0

2.

PUSTU

0

Sumber : Data primer

Tabel 6.

Persentase data jumlah Penduduk Berdasarkan penyakit terbanyak di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

NAMA PENYAKIT

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Malaria

37

6,8

2.

Penyakit Kulit

20

3,7

3.

Diare

15

2,7

4.

ISPA

13

2,4

Jumlah

85

15,6

Sumber : Data primer

Tabel 7

Persentase data jumlah KK berdasarkan tempat berobat di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol

NO

TEMPAT BEROBAT

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Puskesmas

78

58,6

2.

Polindes / Bidan

-

-

3.

Dokter Praktek

1

0,8

4.

Di rumah saja

6

4,5

5.

Dukun

48

36,1

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

BAB. V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL

Berikut adalah distribusi KK Desa Balau berdasarkan Sarana air bersih, Jenis Jamban, Penanganan air limbah, Pembuangan sampah, Faktor penularan penyakit.

Tabel 8.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis sarana air bersih di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Tiloan tahun 2009

NO

SARANA AIR BERSIH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Sumur Gali ( SGL )

3

2,3

2.

SPT ( Sumur Pompa Tangan )

-

-

3.

P D A M

1

0,7

4.

Tidak memiliki

129

97

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 9.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis jamban di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

JENIS JAMBAN

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Leher Angsa

20

15

2.

Cemplung

25

18,8

3.

Plengsengan

8

6,1

4.

Tidak memiliki jamban

80

60,1

Jumlah

133

100

Sumber : Data Primer

Tabel 10.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan tempat BAB

NO

TEMPAT BAB

JUMLAH

PERSENTASE

1.

WC

53

40

2.

Semak - Semak

20

15

3.

Kebun

16

12

4.

Saluran Air

20

15

5.

Lain – Lain / Sungai

24

18

Jumlah

133

100

Sumber : Data Primer

Tabel 11.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis penanganan air limbah di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Tiloan tahun 2009

NO

PENANGANAN AIR LIMBAH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Diresapkan kedalam tanah

2

1,5

2.

Kepermukaan tanah

129

97

3.

Dialirkan ke selokan

2

1,5

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 12.

Distribusi data jumlah KK berdasarkan jenis pembuangan sampah di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

PEMBUANGAN SAMPAH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Jumlah kepemilikan pembuangan sampah



a. Tong Sampah

-

-

b. Lubang Sampah

3

2,3

c. Lain - Lain

2

1,5

2.

Tidak memiliki

128

96,2

Jumlah

133

100

Sumber : Data primer

Tabel 13.

Distribusi data factor penularan penyakit di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009

NO

KEPEMILIKAN KANDANG

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Jumlah Kepemilikan Kandang

14


2.

Jarak Kandang ke Rumah :



a. Kurang dari 10 m

b. 10 -15 m

c. Lebih dari 16 m

11

8,3

2

1,5

1

0,7

Jumlah

14

10,5

Sumber : Data primer

B. PEMBAHASAN

* Tabel. 8

Pada tabel 8, dari hasil pendataan yang dilakukan di Desa Balau tahun 2009, diperoleh jumlah penduduk 544 jiwa dan jumlah KK 133 dengan presentase kepemilikan sarana air bersih sebesar 3,0 Ini berarti sarana air bersih di Desa Balau belum sesuai yang di harapkan oleh pemerintah dan departemen kesehatan,hal ini menunjukan bahwa masih banyak maryarakat yang belum menyadari tentang pentingnya penggunaan air bersih.

* Tabel .9

Pada table 9 dan 10, dari hasil pendataan yang dilakukan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol tahun 2009 diperoleh jumlah penduduk 544 jiwa dengan jumlah KK 133, jumlah kepemilikan sarana pembuangan kotoran ( jamban ) di Desa Balau hanya 53 KK dengan presentase 39,9 Dengan melihat jumlah tersebut, bahwa kepemilikan sarana pembuangan kotoran ( jamban ) masih dibawah 50 %.

* Tabel 10

Dari 133 KK masih 80 KK yang membuang kototran di sungai, semak – semak, saluran air, dan kebun dengan persentase 60,1. Namun berdasarkan hasil wawancara sebenarnya sebagian besar penduduk sudah memahami pentingnya jamban bagi kesehatan serta dampaknya, hanya karena ketidak mampuan ekonomi sehingga tidak mendukung mereka untuk menyediakan jamban keluarga.

* Tabel. 11

Pada tabel 11, dari hasil pendataan dan pemantauan yang dilakukan di Desa Balau tahun 2009 dari 133 KK hanya 2 KK yang mempunyai saluran pembuangan iar limbah, hal ini menunjukan bahwa masih sebagian besar KK yang belum mengerti dan memahami penangan air limbah.

* Tabel. 12

Dari hasil pendataan dan pemantauan di lapangan masih ditemukan kebiasaan yang kurang baik dalam pengolahan sampah, karena masih sebagian besar KK yang belum mempunyai sarana pembuangan sampah, sehingga memungkinkan tempat berkembangnya vektor yang dapat menyebapkan penyakit tertentu.

* Tabel.13

Dari hasil pendataan KK yang memiliki kandang ternak adalah 14 KK dan hanya 1 KK yang mempunyai kandang ternak yang memenuhi syarat kesehatan dengan presentase 0,7 % dari jumlah KK yang di Desa Balau.

BAB. VI

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pendataan dan identifikasi data di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Dari 133 KK yang ada di Desa Balau hanya 4 KK dengan persentase 3,0 % yang memiliki sarana air bersih.

2. Dari data yang diperoleh 53 KK dari 133 KKyang memiliki sarana pembuangan kotoran ( jamban ) dengan persentase 39,9 %.

3. Sesuai dengan hasil pendataan dari 133 KK hanya 2 KK yang mempunyai sarana pembuangan air limbah dengan persentase 1,5 %

4. Dari hasil pendataan dan pemantauan di lapangan masih ditemukan kebiasaan yang kurang baik dalam pengolahan sampah, karena masih sebagian besar KK yang belum mempunyai sarana pembuangan sampah.

5. Dari 133 KK yang ada di Desa Balau terdapat 14 KK yang memiliki kandang ternak namun hanya 1 KK yang mempunyai kandang ternak yang memenuhi syarat kesehatan.

B. SARAN

Untuk melengkapi kesimpulan diatas, maka perlu di ajukan saran – saran sebagai berikut :

1. Kepada Puskesmas

Diharapkan kepada pihak puskesmas agar lebih meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.

2. Kepada Pemerintah

Diharapkan pemerintah agar lebih meningkatkan kerja sama lintas sektoral dengan intansi terkait dalam hal penyediaan sarana dan penempatan tenaga kesehatan.

3. Kepada Masyarakat

a. Diharapkan kepada masyarakat Desa Balau agar lebih pro-aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan.

b. Bekerja sama dengan pihak kesehatan dan ikut berpartisipasi dalam program – program kesehatan yang diadakan di Desa Balau.

DAFTAR PUSTAKA

Buku panduan PBL Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu Tahun 2009

Laporan PBL di Desa Kapiroe, Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala tahun 2007

www.//: http.goole.com.Posted by Fahrisal Akbar in Fahrisal Akbar, PBL.

Laporan PBL FKM UNSRAT Tomohon 2008 (Asep Rahman)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar