Selasa, 17 Agustus 2010


BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dalam rangka meningkatkan kemampuan untuk menentukan dan mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat, maka setiap mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu diwajibkan untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan yang disebut juga dengan Praktek Belajar Lapangan.

Pengertian PBL itu sendiri merupakan suatu bentuk aplikasi belajar mengajar yang dilaksanakan dilapangan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuannya secara langsung kemasyarakat dalam bentuk praktek dan dapat berdampak nyata dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat.

Pada kegiatan Praktek Belajar Lapangan ( PBL) II yang merupakan kelanjutan dari Praktek Belajar Lapangan ( PBL) I, kami kelompok I (satu) ditempatkan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.

Secara umum 3 unsur penting dalam program PBL yakni :

1) Sebagai kegiatan pendidikan

Mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan sehat dan sakit

2) Sebagai kegiatan penelitian

Mampu mengkaji dan merumuskan masalah serta menggali seluruh potensi yang ada di masyarakat.

3) Sebagai kegiatan pengabdian

Mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh untuk digunakan dalam penyelesaian masalah yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

2. Tujuan

1) Tujuan Umum PBL- II

a. Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan lingkungan masyarakat yang mencakup rumah, jamban, Sistem Pembuangan Air Limbah ( SPAL ) dan prasarana penunjangan lainnya yang berpedoman pada standar kesehatan yang berlaku.

b. Mahasiswa mampu memberikan alternatif pemecahan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan Kesehatan Lingkungan dan mampu merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi intervensi yang dilakukan pada masyarakat dalam memecahkan masalah tersebut dilokasi PBL- II.

2) Tujuan Khusus PBL- II

a. Mahasiswa mampu menentukan masalah kesehatan khususnya yang behubungandengan Kesehatan Lingkungan

b. Mahasiswa mampu mengidentifikasi permasalahan kesehatan lingkungan yang ada pada lokasi PBL- II

c. Mahasiswa mampu meresume hasil Pengalaman Belajar ( PBL) II dan menyusun laporan atas kegiatan yang telah dilaksanakan.

3. Manfaat

Setelah mengikuti praktek belajar lapangan (PBL) II, diharapkan mahasiswa lebih mampu :

1) Menganalisis kebutuhan prioritas masalah kesehatan keluarga dalam masyarakat.

2) Mampu menjalin hubungan baik antara masyarakat dalam interaksi langsung dengan masyarakat dan mahasiswa Praktek Belajar Lapangan II.

3) Melalui Praktek Belajar Lapangan, mahasiswa dapat mandiri dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

4. Gambaran Umum Desa Balau

Desa Balau terletak dibagian selatan kota Buol. Desa ini berbatasan dengan beberapa desa lainnya yaitu :

* Sebelah utara : Berbatasan dengan Desa Monggonit

* Sebelah barat : Berbatasan dengan Desa Air Terang

* Sebelah timur : Berbatasan dengan Desa Boilan

* Sebelah selatan : Berbatasan dengan Jatimulia dan Desa

Panilan

Jarak Desa Balau dari ibu kota Kecamatan sekitar 1 Km,sedangkan dari ibu kota kabupaten sekitar 30 Km. Desa ini terbagi dalam 2 ( dua ) dusun yaitu :

* Dusun I ( satu ) terdiri dari 2 RT

* Dusun II ( dua ) terdiri dari 2 RT

Penduduk asli yang berdomisili di Desa Balau adalah suku asli Buol, suku Gorontalo dan suku Jawa. Penduduk di Desa ini pada umumnya memiliki mata pencaharian sebagai petani, sedangkan tingkat pendidikan KK di Desa Balau berbeda – beda.

BAB. II

METODE PELAKSANAAN PBL II

A. Persiapan

Sebelum melaksanakan kegiatan langsung ke masyarakat untuk melakukan Praktek Belajar Lapangan (PBL) II, mahasiswa terlebih dahulu harus mengikuti acara pembekalan PBL II yang dilaksanakan di kampus Universitas Muhammadiyah Palu Fakultas Kesehatan Masyarakat. Dalam acara pembekalan tersebut dibahas tentang kegiatan yang akan dilakukan di lapangan nantinya.

B. Hasil Survey PBL II

Dari hasil survey mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) II, serta dengan melihat hasil pendataan pada PBL I ditemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan antara lain :

a) Masalah Air Bersih

Setelah melakukan pendataan, ada sekitar 4 KK yang memiliki sarana air bersih, dengan presentase 3,0 %

Tabel. 1

NO

SARANA AIR BERSIH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Sumur Gali ( SGL )

3

2,3

2.

SPT (Sumur Pompa Tangan)

-

-

3.

P D A M

1

0,7

4.

Tidak memiliki

129

97

Jumlah

133

100

Sumber Data Primer Tahun 2009

b) Masalah Jamban Keluarga

Dari jumlah 133 KK yang ada di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol, hanya 53 yang mempunyai sarana pembuangan kotoran ( jamban ) dengan presentase 39,8 %

Tabel. 2

NO

JENIS JAMBAN

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Leher Angsa

20

15

2.

Cemplung

25

18,8

3.

Plengsengan

8

6,1

4.

Tidak memiliki jamban

80

60,1

Jumlah

133

100

Sumber Data Primer Tahun 2009

c) Masalah Air Limbah

Berdasarkan data yang diperoleh bahwa sarana pembuangan air limbah baru 4 KK yang memilki SPAL.

Tabel. 3

NO

PENANGANAN AIR LIMBAH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Diresapkan kedalam tanah

2

1,5

2.

Kepermukaan tanah

129

97

3.

Dialirkan ke selokan

2

1,5

Jumlah

133

100

Sumber Data Primer Tahun 2009

d) Maslah Pengolahan Sampah

Dari jumlah kepala keluarga ( KK ) sekitar 5 KK yang memiliki sarana pembuangan sampah.

Tabel. 4

NO

PEMBUANGAN SAMPAH

JUMLAH

PERSENTASE

1.

Jumlah kepemilikan pembuangan sampah

a. Tong Sampah

-

-

b. Lubang Sampah

3

2,3

c. Lain - Lain

2

1,5

2.

Tidak memiliki

128

96,2

Jumlah

133

100

Sumber Data Primer Tahun 2009

C. Identifikasi Masalah

Masalah adalah kesenjangan yang dapat diamati antara situasi yang saat terjadi dengan situasi yang digunakan atau kesenjangan yang dapat diukur antara hasil yang mampu perencana Program Pemecahan Masalah

dicapai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Berdasarkan identifikasi masalah PBL I, maka dapat ditentukan beberapa prioritas masalah sebagai berikut :

a) Masalah Air Bersih

Masih Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya air bersih bagi kesehatan keluarga.

b) Masalah Jamban Keluarga

Masih kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya fungsi jamban bagi kesehatan keluarga, serta masih kurangnya kepemilikan sarana jamban keluarga.

c) Masalah Air Limbah

Masih kurangnya pemahaman masyarakat akan dampak negative bagi kesehatan keluarga, serta masih kurang kepemilikan sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat.

d) Masalah Pengolahan Sampah

Masih kurangnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga nilai estetika lingkungan, serta masih kurangnya kepemilikan tempat sampah.

D. Penentuan Prioritas Masalah

Dari hasil pendataan yang dilakukan pada PBL I Juli 2009 yang lalu, Masalah Air bersih yang menjadi prioritas masalah utama, namun dengan adanya program pemerintah dalam hal pengadaan Sarana Air Bersih di Desa Balau yang sedang dilaksanakan, maka dengan sendirinya masalah air bersih teratasi. Prioritas masalah berdasarkan hasil pertemuan dengan tokoh masyarakat Desa Balau, dari empat masalah yang ada di Desa Balau yang menjadi prioritas utama pada PBL II adalah Masalah Jamban Keluarga (JAGA).

Penentuan prioritas masalah ini dilakukan melalui suatu diskusi bersama dengan wakil Tokoh Masyarakat Desa Balau, maka didapat prioritas masalah dengan score tertinggi 324 yaitu masalah Jamban Keluarga (JAGA) dan score terendah 24 yaitu masalah Air Bersih.

Hasil pertemuan prioritas masalah dengan Metode CARLU dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel. 5

Penentuan Prioritas Masalah dengan Metode CARLU

NO

MASALAH

C

A

R

L

U

T

R

1.

Jamban Keluarga

3

3

4

3

3

324

1

2.

Masalah Air Limbah

2

3

2

3

2

72

2

3.

Masalah Sampah

2

2

2

3

2

48

3

4.

Masalah Air Bersih

2

2

2

3

1

24

4

Keterangan :

T = Total

R = Ranking

Dalam penentukan prioritas masalah metode yang digunakan adalah metode CARLU, dimana :

C = Capability ( Kemampuan menyelesaikan masalah )

A = Accessbility ( Kemudahan menyelesaikan masalah )

R = Readyness ( Kesiapan menyelesaikan masalah )

L = Lavarance ( Keterklaitan dengan bagian lain, bisa / tidak bisa diatasi )

U = Urgency ( Kegawatan masalah )

Metode CARLU menggunakan score ( nilai ) sebagai berikut :

1 = Tidak

2 = Kurang

3 = Sedang

4 = Sangat

Adapun penyebap yang menjadi latar belakang sehingga masyarakat menetapkan Jamban keluarga sebagai prioritas utama yaitu dengan mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki Jamban Keluarga dan mempunyai kebiasaan buang hajat ( BAB/BAK ) di sembarang tempat ( di sungai, semak-semak dll ), sehingga dengan adanya perilaku tersebut potensial terjadinya suatu penyakit yang disebapkan oleh kotoran manusia yang mencemari lingkungan sekitar mereka. Berdasarkan alasan tersebut diatas maka masyarakat yang ada di Desa Balau memandang perlu pembuatan jamban keluarga sebagai upaya menjegah terjadinya penularan penyakit melalui kotoran manusia yang mencemari lingkungan.

Dengan pembuatan jamban keluarga diharapkan terjadi perubahan perilaku untuk hidup sehat dari masyarakat Desa Balau sehingga tidak membuang hajat disembarang tempat serta mampu memanfaatkan dan membuat jamban keluarga.

E. Perencanaan Program Pemecahan Masalah

Dari Hasil pertemuan antara mahasiswa dan masyarakat.Melalui saran dan pendapat dari masyarakat tentang prioritas masalah,maka disepakati yang menjadi prioritas utama adalah sarana jamban. Untuk mendukung program yang telah disepakati bersama,maka kami membuat perencanaan program pemecahan masalahsebagai berikut :

a) Penyuluhan

b) Pembuatan cloused percontohan

c) Pembuatan Jamban percontohan Sederhana

Ø Lokasi : Dusun I Desa Balau

Ø Sumbar dana :

· Masyarakat

· Mahasiswa PBL II

· Sumber dana lain

F. Pelaksanaan Program Kegiatan PBL II

Setelah membuat rencana program pemecahan masalah,mahasiswa melaksanakan program sebagai berikut:

1. penyuluhan

Melakukan penyuluhan tentang Pentingnya sarana pembuangan kotoran serta bakti sosial.

2. Pembuatan ClousedPercontohan

Pembuatan ClousedPercontohan dilakukan di Balai Desa Balau yang disaksikan oleh masyarakat desa Balau.

3. Pembuatan JambanPercontohan Sederhana

Jamban Percontohan Sederhana di lakukan di salah satu pekarangan masyarakat desa Balau.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL

Berdasarkan jadwal kegiatan,maka selanjutnya dilakukan kegiatan ini berupa:

a. Kegiatan Fisik :

1) Membuat Cloused Percontohan

2) Membuat Jamban Percontohan Sederhana

3) Melaksanakan Kerja Bakti

b. Kegiatan Non Fisik : Memberikan Penyuluhan

B. PEMBAHASAN

Dari dua kegiatan tersebut, maka dapat di jabarkan sebagai berikut:

a. Kegiatan Fisik :

1) Membuat Cloused Percontohan

Pembuatan Cloused Percontohan dilakukan di Balai Desa Balau oleh Mahasiswa PBL II bersama masyarakat Desa Balau agar masyarakat dapat membuat Cloused sendiri setelah melaksanakan praktek pembuatan Cloused bersama Mahasiswa PBL II yang dibimbing oleh Bagian Sanitarian dari Puskesmas Tiloan.

2) Membuat Jamban Percontohan Sederhana

Pembuatan Jamban Percontohan Sederhana juga tidak lepas dari gotong royong Mahasiswa PBL II bersama masyarakat Desa Balau, serta bimbingan dari bagian Sanitarian Puskesmas Tiloan.Pembuatan penampungan ( septik tenk ) didinding dengan anyaman bambu untuk menjaga agar tanah pada diding penampungan tidak runtuh, pembuatan dinding jamban juga menggunakan bambu, serta dalam pembuatan kedudukan Cloused menggunakan bahan campuran dari semen dan pasir. Penggunaan bahan yang sederhana seperti diatas bertujuan agar masyarakat dapat termotivasi, bahwa dengan bahan sederhana seperti diatas dapat membuat jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan.

3) Melaksanakan Kerja Bakti

Pelaksanaan Kerja Bakti dilakukan langsung oleh Mahasiswa PBL II bersama dengan masyarakat Desa Balau setiap hari Jum’at di sarana umum Desa Balau, yakni di halaman Kantor Desa Balau dan Masjid Desa Balau.

b. Kegiatan Non fisik

Kegiatan non fisik yang dilakukan yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa Balau tentang pentingnya sarana pembuangan kotoran dengan tujuan agar masyarakat Desa Balau termotivasi untuk membuat Jamban Keluarga sehingga tidak lagi membuang hajat (BAB/BAK) di sembarang tempat (di sungai, semak-semak, dll).

Selama proses pelaksanaan program kegiatan PBL II,partisipasi masyarakat Desa Balau terlihat jelas mulai dari terkumpulnya masyarakat yang di undang dalam setiap acara pertemuan, pergaulan antara warga Desa Balau dengan mahasiswa yang terjalin dengan baik. Partisipasi masyarakat dalam seluruhkegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Praktek Belajar Lapangan (PBL) II baik kegiatan fisik maupun Kegiatan non fisik.

BAB IV

P E N U T U P

A. Kesimpulan

Dari seluruh hasil kegiatan dapat di simpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Masyarakat desa balau harus di dekati dengan kegiatan olah raga dan hiburan khusus untuk dapat menarik partisipasi mereka di setiap kegiatan yang di lakukan mahasiswa.

2. PBL II membuat mahasiswwa aktif dan kreatif dalam mengembangkan potensi yang di miliki masing-masing.

3. Masyarakat desa balau selain mau berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang meningkatkan kesehatan karena keterkaitannya pendekatan dan komunikasi yang akrab antar kedua pihak.

4. Dalam setiap kegiatan diskusi ataupun pertemuan-pertemuan dengan masyarakat sangat minim sekali pertanyaan ataupun saran-saran dari yang hadir pada pertemuan tersebut.

B. Saran

Pada laporan ini adapun saran-saran kami tujukan pada:

1. Kepada Puskesmas

Diharapkan kepada pihak puskesmas agar lebih meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan di Desa Balau, Kec. Tiloan, Kab. Buol.

2. Pihak Kepala Desa Dan Tokoh Masyarakat

Diharapkan peranannya dalam membantu mengsukseskan setiap program-program kesehatan dalam rangka memotivasi masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kesehatan serta membantu mahasiswa dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

3. Pihak Masyarakat

Untuk PBL Berikutnya di harapkan agar masyarakat lebih aktif dalam menanggapi setiap topik-topik Yang di angkat agar diskusi berlangsung dengan lancar dan mahasiswa dapat mengetahui secara jelas mengenai masalah yang ada dalam masyarakat dan lingkungannya.

Diharapkan laporan ini dapat menjelaskan secara umum mengenai keadaan permasalahan kesehatan di desa balau dan bermanfaat sebagai bahan referensi bagi mahasiswa pada khususnya khalayak pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, 2001, ARIFF. Pedoman Manajemen Peran Serta Masyarakat, Jakarta.

Panduan PBL II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu Tahun 2009.

Laporan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) II, Desa Labuan Induk Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala, Tahun 2006.

Laporan Pengalaman Belajar (PBL) II, Desa Lamasan Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Tahun 2007.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar